PendaftaranInformasi Pendaftaran Santri Baru Tahun 2016/207

*TERSIKSA TAPI TAK MERASA*

Tersiksa tapi tak merasa
Tersiksa tapi tak merasa

 

Tidak berlebihan ketika mengukur sukses dari awal kehidupan. Bangun tidur, bisa menjadi ukuran. Untuk menilai apakah layak berpihak kepadanya kesuksesan. Atau jauh dari harapan.

 

Jika bangun tidur, dunia yang menjadi pikiran. Di sibukan dengan pekerjaan. Atau obsesi laba dalam jualan. Mengurusi urusan keluarga yang menjadi kesibukan. Dan kesibukan dunia lainnya yang menyibukan.

 

Sementara dia melupakan.

Hak – hak Alloh yang harus di tunaikan. Kalimat apa yang harus di baca agar kepada Alloh ia di ingatkan. Syukur nikmat yang bagaimana yang harus di tunaikan. Dan amalan apa yang harus di kerjakan sebagai ketaatan.

 

Maka, jangan heran. Jika Alloh akan memberikan siksaan sebagai ujian. Baik ia sadar ataupun tak sadar merasakan. Seiring waktu berjalan, baru ia merasakan. Akhirnya berbuah penyesalan.

 

Ia akan disiksa, dengan kebingungan tanpa jelasnya tujuan. Mencari ke sana kemari kendaraan. Yang akan mengantar sampai tujuan. Sementara ia tidak tau tujuan yang menjadi jurusan. Waktu dan umurnya boros dan habis, tapi tidak sampai tujuan.

 

Ia akan di siksa, dengan tiada habisnya kesibukan. Merasakan lelahnya mengurus kesibukan. Sedikit waktu luang yang di dapatkan. Banyak hal yang kurang terurus dan terperhatikan.

 

Ia akan di siksa, tidak tercukupi kebutuhan. Siang malam bekerja di lakukan. Di minta beribadah selalu beralasan. Namun hidupnya tak juga terpenuhi kebutuhan.

 

Dan ia akan di siksa, dengan keinginan yang tak kesampaian. Merasa sudah jatuh bangun memperjuangkan. Tapi tetap saja jauh dari harapan. Tak sesuai dengan keinginan.

 

Hanya dengan mentaati Alloh, semua yang di sisiNya bisa kita dapatkan. Bahkan dalam kemudahan dan bimbingan.

Semoga kita belajar darinya kehidupan…!!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Galeri Pondok dan Santri